ABOUT US

Our development agency is committed to providing you the best service.

OUR TEAM

The awesome people behind our brand ... and their life motto.

  • Neila Jovan

    Head Hunter

    I long for the raised voice, the howl of rage or love.

  • Mathew McNalis

    Marketing CEO

    Contented with little, yet wishing for much more.

  • Michael Duo

    Developer

    If anything is worth doing, it's worth overdoing.

OUR SKILLS

We pride ourselves with strong, flexible and top notch skills.

Marketing

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

Websites

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

PR

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

ACHIEVEMENTS

We help our clients integrate, analyze, and use their data to improve their business.

150

GREAT PROJECTS

300

HAPPY CLIENTS

650

COFFEES DRUNK

1568

FACEBOOK LIKES

STRATEGY & CREATIVITY

Phasellus iaculis dolor nec urna nullam. Vivamus mattis blandit porttitor nullam.

PORTFOLIO

We pride ourselves on bringing a fresh perspective and effective marketing to each project.

  • Silsilah Aceh Jaya

    Silsilah Aceh Jaya


    My Aceh Tour | Bermula dari kabupaten Aceh Barat, Aceh Jaya terlahir dari pemekaran wilayah di tahun 2002 atau yang lebih dikenal menjadi wilayah otonom. Pemekaran ini merupakan atas dasar Undang-Undang Nomor 4 Tahun2002 dan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2002.
    Wilayah yang bermula dari Aceh Barat ini terletak di pesisir barat laut provinsi Aceh. Berdasarkan sejarah, wilayah ini dibangun oleh Sultan Saidil Mukawil pada tahun 1588-1608 M, dan setelah itu pembangunannya dilanjutkan oleh Sultan Iskandar muda pada tahun 1607-1636 dengan dibantu oleh masyarakat dari Aceh Besar –nama sekarang dan dari Pidie. Wilayah ini memiliki raja pertamanya yang bernama “Nanggroe Daya” pada awal abad ke-17 M yang dipimpin oleh seorang raja yang bernama Sultan Alaidin Riatsyah dengan gelar kehormatang yang di sandangnya “Po Teumeureuhom Daya”
    Aceh Jaya pada Zaman Belanda
    Pada masa penjajahan belanda, kabupaten ini merupakan Onderafdeeling dari Afdeeling Weskust van Atjeh (Aceh Barat), yang juga merupakan salah satu dari empat Ardeeling wilayah Kresidenan Aceh. Aceh Barat (Afdeeling Weskust van Atjeh) yang sebagai salah satu daerah administratif yang mencakupi wilayah pantai barat laut Aceh. Wilayah tersebut terbentang mulai dari Gunung Gurutee sampai dengan daerah singkil beserta kepulauan Simeulue. Afdeeling ini wilayah ini dibagi menjadi enam bagian Onderafdeeling, yakni :
    1.    Meulaboh dengan ibukotanya Meulaboh.
    2.    Tjalang, dengan ibukotanya Tjalang (sebelum tahun 1910 ibukotanya adalah Lhok Kruet). Landschapnya meliputi Keulueng, Kuala Daya, Lambeusoi, Kuala Unga, Lhok Kruet, Patek, Lageun, Rigaih, Krueng Sabee, dan Teunom.
    3.    Tapak Tuan dengan ibukotanya Tapak Tuan
    4.    Simeulue dengan ibukotanya Sinabang.
    5.    Zuid Atjeh dengan ibukotanya Bakongan
    6.    Singkil dengan ibukotanya Singkil.
    Aceh Jaya pada zaman Penjajahan Belanda
    Di zaman penjajahan Jepang struktur wilayah administratif tidak banyak mengalami perubahan kecuali pergantian cara penamaan wilayah. Afdeeling diubah menjadi Bunsyu yang dikepalai seorang Bunsyucho, Onderafdeeling menjadi Gun yang dikepalai seorang Guncho, dan Landshap menjadi Son yang dikepalai seorang Soncho.(Aceh Jaya)
  • Peusijuek

    Peusijuek


    My Aceh Tour | Tradisi peusijuek, merupakan salah satu tradisi yang konon katanya sudah ada sejak sebelum islam masuk ke Aceh. Ada yang mengatakan bahwa tata cara pelaksanaannya memang tidak mengandung unsur islam sedikitpun. Di Aceh palaksanaan peusijuek tetap dilakakukan karena peusijuek merupakan salah satu ritual adat dalam mengapresiasikan sesuatu atau mengakhiri sengketa yang terjadi antar warga. Peusijuek  sering dilakukan pada pengapresiasian kebahagiaan pada saat seorang anak telah menamatkan bacaan Al-Qur’annya yang perdana, anak yang akan melakukan khitan (sunatan),  seseorang yang hendak berangkat dan pulang dari ibadah haji, serta ketika menggunakan sebuah atau ketika menggunakan sebuah peralatan baru yang diannggap mulia berdasarkan adat Aceh. Adapun bahan yang diperlukan dalam prosesi ritual peusijuek diantaranya ialah, air, tepung tawar, beras, padi beserta juga beberapa potongan ranting bunga beserta akarnya. Air dan tepung tawar yang diaduk menjadi satu lalu dipercikan dengan akar dan ranting bunga, bermaksud agar orang yang bersangkutan selalu bersabar dan ketenangan. Sedangkan padi dan padi ini yang ditaburi diatas kepala ini mempunyai makna sebagai kesuburan dan kemakmuran. Pada ritual peusijuek, yang jidat bersangkutan juga digosoki oleh nasi ketan yang berwarna kuning (Bue Leukat Kuneng) dan juga disuapi dengan bue leukat kuneng.
    Ritual ini merupakan asimilasi budaya hindu kedalam budaya Aceh yang sangat kental dengan islam. Ini di karenakan agama hindu sudah berada di Aceh sebelum agama islam masuk ke Aceh. Unsur-unsur agama hindu di Aceh dihilangkan, namun tradisinya kini telah diasimiliasikan dengan adat Aceh yang kental dengan islam dan masih dipertahankan sampai sekarang. Asimilasi budaya ini juga pernah dituliskan oleh Teuku Mansoer Leupeung, seorang Ulee Balang yang cukup dikenal sebagai pujangga dalam hikayat Sanggamara.(Aceh Jaya)
  • Ganja

    Ganja

    My Aceh Tour | Pemusnahan ganja setiap saatnya perlu diklarifikasi ulang. Mengingat jumlah yang dimusnahkan sangat tidak sesuai dengan jumlah pertumbuhan ganja setiap saatnya dan bisa dikatakan upaya para penegak hukum tidak berhasil  dalam hal ini. Dalam lingkup ini, pihak BNN dan berbagai lembaga lainnya yang bergerak dalam upaya pemberantasan dan penyalahgunaan tumbuhan yang dianggap terlarang ini juga bisa dikatakan belum berhasil memberantas dan memberi penyuluhan tentang hal tersebut.
    Ganja Aceh –Cannabis Sativa, merupakan ganja terbaik nomor dua di dunia setelah Cannabis Marijuana yang berasal dari brazil. Jika secara umum banyak orang yang mengatakan bahwa ganja di Aceh digunakan sebagai sayur, selaku orang Aceh saya dengan tegas menjawab “TIDAK!”. Warga Aceh hanya memanfaatkan bijinya sebagai bumbu penyedap dalam memasak gulai kari kambing atau kedalam masakan daging lainnya. Selain itu tanaman ganja di Aceh dahulu hanya dimanfaatkan sebagai tanaman pelindung untuk tanaman palawija dari serangan hama. Tanaman ganja dapat menyuplai unsur hidrogen dengan maksimal kedalam tanah melalui butiran-butiran kecil yang terdapat pada akarnya dan juga dapat membuat tanah semakin gembur. Oleh karena itulah ganja sangat banyak di Aceh. Berdasarkan informasi yang didapat dari warga Aceh yang bisa dikatakan sebagai tetuah atau orang-orang  yang dituakan, mereka mengatakan bahwa awal dari pelarangan adanya tanamanan ganja tersebut yakni pada masa kolonial belanda menjamah bumi Aceh di masa lampau.
    Bila kita melihat dari segi lain sebenarnya ganja sangat banyak membawa hal yang bersifat positif, tentu saja jika seseorang tidak menilai negatif ganja tersebut. Seperti yang dikatakan oleh Darni M. Daud, “Tumbuhan ganja bisa dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan kain, bahkan hasilnya pun akan sangat bagus jika dibandingkan dengan kain yang berasal dari kapas. Ganja juga bisa menjadi bahan subtitusi dari kayu untuk proses pembuatan kertas. Dengan alasan masa panen ganja bisa lebih cepat jika dibandingkan dengan pohon dalam industri kertas. Sebatang kayu pohon harus berusia minimal lima tahun untuk kemudian diproses menjadi kertas, sedangkan tanaman ganja hanya butuh waktu enam bulan untuk siap dipanen”.
    Dibelahan dunia lain, perusahaan industri mobil Motive Indutries akan menggunakan Bio komposit yang berasal dari ganja untuk pembuatan bodi mobilnya, selain itu juga bisa dijadikan sebagai bahan bakar. Ganja juga berperan hebat di dunia obat-obatan –medis, yang mungkin, ini sudah sangat banyak orang yang mengetahuinya.
    Jika seandainya Indonesia tidak menjadikan ganja itu sebagai musuh atau salah satu penyebab perusak moral bangsa, pasti Indonesia ini akan lebih maju. Yakinlah bahwa tidak akan ada tangis karena luapan isi perut bumi kepermukaan akibat pengeboran minyak yang gagal seperti di Sidoarjo. Ganja di Aceh tidak mungkin bisa dimusnahkan, karena burung pun juga turut menebar benih ganja. Pemusnahan ganja di Aceh mungkin hanya bisa terlaksana melalui mimpi indah dalam tidur nyenyak.
    Dan jika beranggapan ganja itu termasuk salah satu yang diharamkan dalam agama, nasi juga akan menjadi haram apabila dapat menyebabkan muntah ketika dikonsumsi berlebihan. Jika ada yang beranggapan ganja haram karena dapat memabukkan, itu sangat mustahil, karena hanya pada dosis yang sudah berlebihan ganja dapat membuat seseorang kehilangan kendali apabila dikonsumsi diluar dosis (sedangkan kenapa minuman keras itu haram, itu karena menurut islam minuman tersebut merupakan najis). Setahu penulis, belum pernah dilaporkan orang yang mati akibat mengkonsumsi ganja. Dan jika ganja itu dilarang karena bisa membuat pemakainya ketagihan, rokok pun dapat menyebabkan ketagihan. Percaya atau tidak racun dari rokok lebih berbahaya dari pada ganja. Kenapa hanya rokok yang legal? Apa karena rokok merupakan sumber devisa negara yang terbesar?
    Ganja juga akan menjadi sumber devisit negara yang terbesar, bahkan akan lebih besar dari pada rokok jika semua elemen penting di negara ini tidak melihat bahwa ganja itu sesuatu yang hina. Ganja hanya tanaman yang belum dimanfaatkan, bukan narkoba. (Aceh Jaya)
  • 468x60 Ads

    Welcome To Aceh Jaya

    Ads 468x60px

    Empowered By : My Aceh Tour

    My Community

    ADS

    Social Icons

    Featured Posts

    WHAT WE DO

    We've been developing corporate tailored services for clients for 30 years.

    CONTACT US

    For enquiries you can contact us in several different ways. Contact details are below.

    Aceh Jaya

    • Street :Road Street 00
    • Person :Person
    • Phone :+045 123 755 755
    • Country :POLAND
    • Email :contact@heaven.com

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.