• Silsilah Aceh Jaya


    My Aceh Tour | Bermula dari kabupaten Aceh Barat, Aceh Jaya terlahir dari pemekaran wilayah di tahun 2002 atau yang lebih dikenal menjadi wilayah otonom. Pemekaran ini merupakan atas dasar Undang-Undang Nomor 4 Tahun2002 dan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2002.
    Wilayah yang bermula dari Aceh Barat ini terletak di pesisir barat laut provinsi Aceh. Berdasarkan sejarah, wilayah ini dibangun oleh Sultan Saidil Mukawil pada tahun 1588-1608 M, dan setelah itu pembangunannya dilanjutkan oleh Sultan Iskandar muda pada tahun 1607-1636 dengan dibantu oleh masyarakat dari Aceh Besar –nama sekarang dan dari Pidie. Wilayah ini memiliki raja pertamanya yang bernama “Nanggroe Daya” pada awal abad ke-17 M yang dipimpin oleh seorang raja yang bernama Sultan Alaidin Riatsyah dengan gelar kehormatang yang di sandangnya “Po Teumeureuhom Daya”
    Aceh Jaya pada Zaman Belanda
    Pada masa penjajahan belanda, kabupaten ini merupakan Onderafdeeling dari Afdeeling Weskust van Atjeh (Aceh Barat), yang juga merupakan salah satu dari empat Ardeeling wilayah Kresidenan Aceh. Aceh Barat (Afdeeling Weskust van Atjeh) yang sebagai salah satu daerah administratif yang mencakupi wilayah pantai barat laut Aceh. Wilayah tersebut terbentang mulai dari Gunung Gurutee sampai dengan daerah singkil beserta kepulauan Simeulue. Afdeeling ini wilayah ini dibagi menjadi enam bagian Onderafdeeling, yakni :
    1.    Meulaboh dengan ibukotanya Meulaboh.
    2.    Tjalang, dengan ibukotanya Tjalang (sebelum tahun 1910 ibukotanya adalah Lhok Kruet). Landschapnya meliputi Keulueng, Kuala Daya, Lambeusoi, Kuala Unga, Lhok Kruet, Patek, Lageun, Rigaih, Krueng Sabee, dan Teunom.
    3.    Tapak Tuan dengan ibukotanya Tapak Tuan
    4.    Simeulue dengan ibukotanya Sinabang.
    5.    Zuid Atjeh dengan ibukotanya Bakongan
    6.    Singkil dengan ibukotanya Singkil.
    Aceh Jaya pada zaman Penjajahan Belanda
    Di zaman penjajahan Jepang struktur wilayah administratif tidak banyak mengalami perubahan kecuali pergantian cara penamaan wilayah. Afdeeling diubah menjadi Bunsyu yang dikepalai seorang Bunsyucho, Onderafdeeling menjadi Gun yang dikepalai seorang Guncho, dan Landshap menjadi Son yang dikepalai seorang Soncho.(Aceh Jaya)
  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    468x60 Ads

    Welcome To Aceh Jaya

    Ads 468x60px

    Empowered By : My Aceh Tour

    My Community

    ADS

    Social Icons

    Featured Posts