My Aceh Tour | Seumeuleung raja
merupakan salah satu ritual adat yang sampai kini masih dilaksanakan oleh warga
Lamno, Aceh Jaya. Seumeuleung raja ialah salah satu upacara adat dimana pada
inti upacara ini ialah menyuapi seorang yang mendapat tahta raja Meureuhom
Daya. Bu Ulee merupakan sebutan untuk nasi yang dibawakan oleh dua
orang dayang, pada sebuah dalông (sejenis tempayan) dan
nantinya akan disuapi kepada sang pewaris tahta.
Dalam upacara adat ini, semua jenis makanan
yang disajikan merupakan hasil alam yang diperoleh oleh masyarakat Lamno yang
dibawakan secara sukarela tanpa patokan jumlah. Ini dilakukan untuk menghargai
dan juga sebagai bukti penghormatan kepada pewaris tahta Meureuhom Daya selaku
tokoh pemegang adat pada zaman kesultanan Sultan Iskandar Muda.
Upacara
seumeuleung raja ini dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah, atau tepatnya pada
hari pertama Idul Adha. Ketetapan tanggal ini sudah berlaku dari dahulu
sehingga ketetapan ini tidak bisa dirubah lagi. Karena sangat banyak warga yang
berdatangan dari luar Lamno, raja daya tersebut mengambil kebijakan untuk
melaksanakan upacara ulang pada hari lebaran Idul Adha yang ke-3. Ini
dimaksudkan agar semua warga yang bukan dari Lamno dapat menyaksikan upacara
seumeuleung raja. (Aceh Jaya)
Jadi siapa yang mendapat titah raja itu? .... Airsoft Gun Murah
BalasHapusseperti yang kita ketahui bersama, seperti lazimnya sistem kerajaan di belahan dunia ini. Hanya mereka yang memiliki keturunan langsung secara darah yang bisa mendapatkan titih kerajaan.
Hapussalam